[video] HOAX: Kisah Ibu Pemasak Batu, Adiknya Sampai Bersumpah Begini, Lihat Video Sumpahnya


Republikin.com ~ Beberapa hari kemarin pemberitaan soal seorang nenek di Kalimantan Barat yang bernama Niarti (60),  hanya bertahan hidup dengan meminum rebusan air batu selama setahun. Namun kabar tersebut ternyata tidak benar, alias hoax.

Prokal.co (Jawapos Grup/Fajar) melaporkan, Seorang tetangga sekaligus ipar dari nenek Niarti, Agus Yadi menegaskan berita tersebut tidak benar. Dia mengaku kaget ketika berita nenek Niarti ramai dibicarakan.

“Bohong, dak ada, dak nanya bapak, bapak juga kaget. Pas datang kemarin, bapak lagi di luar, jadi begitu datang ramai-ramai bapak kaget. Di telepon, ada orang datang ramai-ramai,” ucapnya dengan nada datar,” terangnya, Sabtu (28/10).

Agus yang juga Ketua RT 1/RW 12 Gang Jambu Air Jalan Apel Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat ini mengklarifikasi pemberitaan Niarti yang mengganjal perut dengan mengkonsumsi air dicampur batu adalah bohong besar.

“Jadi ada kepedulian orang, cuman ada berita awal orang begini-begini bapak tidak tahu dari mana sumbernya, lillahi ta’alaa bapak tidak tahu,” timpal Agus.

“Dia kerjanya memang suka ngumpul-ngumpulin batu, tapi tidak ada dengan hubungan batu yang di rebus, tidak ada. Itu dapat berita, bapak juga tidak tahu,” imbuhnya.

Lantaran dirinya juga manusia, selama ini dari segi makanan Niarti sangat ia terkontrol. Begitu pula dengan bantuan seperti bedah rumah, KIS dan pengobatan Niarti, ada dari pemerintah.

Dirinya pun menegaskan kembali pemberitaan minum air rebusan batu adalah bohong besar. Dikisahkan Agus, jika ia hendak makan, terlebih dahulu dirinya bertanya kepada istrinya apakah kakaknya (Niarti) sudah makan atau belum.

Menurutnya, hanya Allah lah yang lebih tahu. Dia pun kecewa dengan fitnah besar ini. “Bapak tidak menyumpah, tinggal Allah lah yang bagaimana menilainya bagaimana, sedih bapak, diharamkan bapak makan di rumah ini jika keluarga bapak tidak makan,” ucapnya.

Saat ini Niarti sedang di rawat di RSUD Soedarso lantaran menderita TBC akut. Biasanya jika diberikan baju tidak di pakai, kadang-kadang juga dibuang Niarti. Di dalam rumah yang berukuran sekitar 6,5 x 9 meter tersebut dihuni tiga orang. Itu semua termasuk tanggung jawab Agus Yadi.

Kondisi rumah saat ini sedang direhab, karena ada orang yang membantu. Agus mengaku tidak bisa menolak ataupun memaksa. “Mau di sekat bikin kamar, itu hak dia, tapi bapak dak minta,” ucapnya.

Berikut rekaman wawancara tersebut:


ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : fajar.co.id