Tiga Larangan Ahok Akan Dicabut Anies, Alhamdulillah, Takbiran di Monas Dibolehkan Lagi


Republikin.com ~ Takbiran di Monas dibolehkan lagi, latihan  penyembelihan hewan, rumah dinas, kantor kelurahan dan GOR tidak dilarang lagi untuk pengajian atau majelis taklim. Tiga larangan di masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Ahok ini akan dicabut oleh Gubernur Anies Baswedan.

Masyarakat menyambut gembira pencabutan larangan tersebut.  Di “Alhamdulillah, takbiran di Monas dibolehkan lagi. Begitu juga dengan pengajian-pengajian di kantor-kantor milik Pemprov DKI. Saya jamin takbiran keliling Jakarta tidak akan terjadi insiden,” kata ustad H Ahmad Sohibi kepada Harian Terbit, Selasa (31/10.2017).

Hal sama disampaikan Nurhayati, mahasiswi, menurutnya, tidak ada alasan untuk melarang mensyiarkan ajaran agama di depan umum. “Takbir itu kan bagian dari syiar Islam, jadi jangan dilarang. Tentu pesertanya menjamin tertib,” ujar Nur.

Apresiasi

Ketua Lembaga Dakwah Front (LDF) DPP FPI, Novel Bamukmin sangat mengapresiasi Anies - Sandi membuat kebijakan untuk merubah kembali apa yang telah dilarang oleh Ahok.

Novel mengakui, memang masyarakat Jakarta bukan hanya yang beragama Islam saja. Namun Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta saat  ini bisa menjalankannya sesuai dengan asas proporsionalitas dan berkeadilan.  Artinya silahkan pergunakan fasilitas pemerintah sesuai dengan kebutuhan umatnya.

"Penggunaan rumah dinas untuk kebaktian itu dianggap perlu jika memang sudah tidak ada lagi tempat untuk ibadah kaum minoritas," jelasnya.

Habib Novel  mengungkapkan, ketika Jakarta  dipimpin Fauzi Bowo, ia sering mengisi kegiatan ceramah di kantor kelurahan. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk pembekalan moral para pegawai dan warga di sekitarnya agar mereka taat agama. Dengan taat agama maka semua menjadi rukun, tidak korupsi, tidak menghina agama, saling membantu dan berbagi serta peduli kepada sesama.

Anggota Komisi Hukum dan Perundang Undangan (KUMDANG) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, dan Irjen Pol (Purn) Anton Tabah Digdoyo mendukung Anies dan Sandi yang akan menghidupkan kembali kebijakan yang bernuansa Islami di Jakarta. Karena menghidupkan nuansa Islami merupakan perintah Nabi Muhammad SAW. Bahkan Rasulullah juga banyak melakukan kegiatan religi seperti takbir keliling di pasar-pasar atau tempat keramaian.

"Pokoknya saya dukung kebijakan yang tidak bertentangan dengan akidah. Karena hal itu berarti Pancasilais," ujarnya.

Anton menegaskan, Pancasila adalah ideologi negara Indonesia. Sedangkan dasar NKRI adalah KeTuhanan Yang Maha Esa maka wajib melaksanakan ajaran agama sesuai kitab sucinya.  Ajaran Islam yakni di AlQuran dan Sunnah. Contoh soal takbir keliling juatru dilakukan Soeharto yang berkuasa selama 35 tahun. Soeharto tidak pernah melarang takbir keliling, bahkan Soeharto malah selalu ikut takbir keliling juga menyuarakan asma Allah SWT.


ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : harianterbit.com