Siap-Siap Jika Defisit Meroket Di Atas 3%, Jokowi Sah Digulingkan Rakyat


Republikin.com ~ Pemerintah akan kembali mengalami shortfall pajak atau penerimaan negara yang jauh dari target. Bahkan diprediksi shortfall pajak bisa capai Rp150 triliun lebih.

Hal ini membuat defisit anggaran yang dipatok di UU tak bpleh lebih dari 3 persen bisa terlewati.

“Kondisi penerimaan negara ini sangat mengkawatirkan. Karena shortfall-nya bisa melebihi dari Rp150 triliun. Mau dari mana pemerintah mencarinya,” tandas ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, di Jakarta, Jumat (10/11) seperti diberitakan Kantor Berita Aktual.

Dengan shortfall yang besar itu, kata dia, pemerintah dipastikan akan semakin panik dalam mencari pemerimaan itu.

“Dengan kondisi itu artinya, defisit APBN bisa tembus di atas 3%. Sehingga kebijakan pemerintah bisa jadi akan serampangan atau akan banyak menutupnya dengan utang baru,” jelas Bhima.

Di tempat terpisah, pengamat ekonomi politik, Kusfiardi, berpendapat bahwa saat ini kondisi defisit anggaran semakin memburuk. Jika defisit menyentuh 3% berpotensi melanggar UU dan Presiden bisa digulingkan. Memburuknya defisit anggaran karena tak ada antisipasi kebijakan yang memadai dari pemerintah.

“Pokok soalnya adalah Presiden tidak kompeten, bahkan sejak menjabat sebagai gubernur,” kata mantan pegiat Koalisi Anti Utang ini.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kondisi ini semakin meruyak, banyak persoalan yang tinggal menunggu untuk diletupkan. Ketika ada pihak yang meletupkan bisa jadi situasinya akan sama dengan 1998. Bahkan bisa lebih buruk. Saat itu terjadi pun, rasanya hanya akan mengorbankan rakyat jelata disaat para elitnya berbagi di tengah pesta.
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : aktual.com, republikin.com