Perkosa Penduduk, Tembaki Pos Brimob, & Serbu Polsek, Pengamat: Harusnya Dilabeli Teroris

Personel Brimob berjaga di lokasi penembakan di Papua.

Republikin.com ~ Seperti dilansir viva.co.id dan suaranasional, Kelompok kriminal bersenjata area tambang PT Freeport di Tembagapura, Timika, Papua, semakin brutal. Setelah menembaki pos Brimob dan menyerang Markas Polsek Tembagapura, mereka diduga juga memperkosa penduduk setempat.

"Polsek Tembagapura telah menerima laporan terkait dugaan perkosaan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata di Tembagapura, saat ini korban atas nama E alias L sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Freeport," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Selasa, 31 Oktober 2017.

Namun bukannya dilabeli dengan teroris, serangan di Papua hanya dilabeli sebagai KKB (Kekerasan Kelompok Bersenjata) padahal tindakan mereka sudah mengarah pada teror yang meresahkan warga

“Di Papua itu jelas-jelas kelompok teroris. Polisi harus menyebut mereka bukan hanya kelompok bersenjata tetapi kelompok teror yang membahayakan NKRI,” kata pengamat politik Sahirul Alem kepada suaranasional, Selasa (31/10).

Menurut Alem, dengan penyebutan kelompok teroris di Papua, maka tidak bisa dalam pemberantasan teroris di Indonesia. “Selama ini pemberantasan teroris hanya tertuju kepada orang Islam, dan sangat bias sekali,” papar Alem.

Kata Alem, kelompok teror di Papua tidak bisa dihadapi polisi dan Brimob tetapi harus TNI dalam hal ini pasukan khusus. “Perlu BKO dari TNI karena sudah membahayakan NKRI,” papar Alem.

Selain itu, ia mengatakan, kelompok teror di Papua ini mendapat dukungan dari negara asing. “Selain angkat senjata, mereka melakukan lobi di dunia internasional,” pungkas Alem.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : suaranasional.com dan viva.co.id