Media Resmi NU Memfitnah FPI Secara Resmi


Republikin.com ~ Front Pembela Islam (FPI) dan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang diwakili Banser perlu melakukan moratorium damai, demi menyudahi meluasnya konflik yang merugikan umat Islam di Indonesia pada umumnya.

Jika ada berita tidak jelas dari sumber yang tidak jelas, mungkin bisa diabaikan. Namun sayangnya media resmi NU yang menjadi rujukan resmi justru melempar fitnah kepada FPI.

Website resmi NU yang beralamat di nu.or.id pada Selasa (7/11) menulis artikel berjudul "Saat Banser Mencabut Katana".

Dikutip dari artikel NU tersebut "Selama ini NU lebih banyak diam ketika dalam banyak kesempatan kelompok Islam 'anyaran' seperti HTI dan FPI terus menerus menuding kaum selain mereka sebagai kafir. Dengan seenaknya mereka memvonis negeri ini sebagai negeri thoghut dan kafir, tidak pakai hukum Allah. Gerakan Islam Nusantara dihujat, NU sebagai jamaah liberal, penyembah kubur, tukang bidengah, bahkan gelombang Fitnah dialamatkan pada pucuk pimpinan NU, tetapi NU masih bersabar." 

Ada 3 Fitnah terhadap FPI dalam tulisan tersebut.
  1. Bahwa FPI mengkafirkan semua golongan di luar FPI.
  2. Bahwa FPI sebut NKRI sebagai THOGHUT.
  3. Bahwa FPI sebut NU sebagai PENYEMBAH KUBUR.
Tuduhan NU tersebut jelas merupakan fitnah, dan sampai tulisan ini dimuat NU belum meralat tulisan tersebut, semoga dalam waktu dekat segera dihapus.



ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : republikin.com