Matahari Tutup Lagi Bukti Daya Beli Lesu Karena Harga-Harga Meroket & Pajak Makin Agresif


Republikin.com ~ Dilansir dari okezone.com, Kerajaan ritel benar-benar diambang keruntuhan. Sebab, belum lama berita penutupan toko atau gerai di beberapa lokasi, kali ini PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) kembali menutup gerainya di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat.

Matahari akan menutup gerai di Mal Taman Anggrek pada 3 Desember 2017. Sebelumnya, Matahari juga menutup duagerai di Pasaraya Blok M dan Manggarai beberapa bulan lalu.

Banyak tutupnya perusahaan ritel membuat banyak yang beranggapan jika daya beli dan ekonomi Indonesia masih mengalami kelesuan. Kondisi ritel yang masih menurun dibuktikan dari turunnya pertumbuhan ekonomi konsumsi rumah tangga.

“Triwulan ke III dari 2017 pencapaian pertumbuhan ekonomi konsumsi rumah tangga menurun dari 4,95% menjadi 4,93%,” ujar Ekonom Indef Bhima Yudhistira kepada Okezone di Jakarta.

Menurut Bhima masalah utama lesunya ritel ada pada daya beli. Masalah bagi masyarakat menengah bawah adalah pencabutan subsidi serta pendapat butuh dan petani tergerus inflasi yang membuat disposable income menurun.

"Hal ini membuat masyarakat menengah menjadi sulit untuk memenuhi kebutuhan," paparnya.

Bhima juga memaparkan, masyarakat kelas atas menaruh uang yang mereka miliki di perbankan tapi tidak mau dibelanjakan. Alasannya, karena mereka khwatir kinerja ekonomi kedepannya kurang prospektif dan kebijakan pajak makin agresif.

Dihubungi di tempat terpisah, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, tutupnya gerai-gerai Matahari menjadi fenomena tersendiri bagi industri ritel. Pasalnya, dengan tutupnya gerai milik Matahari, ternyata berpengaruh terhadap occupancy dari industri ritel secara keseluruhan.
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : economy.okezone.com