Luar Biasa, Kecepatan Mobil Setnov 20km/jam

berita di koran Jawa Pos, Jumat (17/11)

Republikin.com ~ Dilansir dari cnnindonesia.com, Kecelakaan yang melibatkan tersangka kasus korupsi mega proyek KTP elektronik Setya Novanto memicu tanda tanya besar mengenai kecepatan laju kendaraan saat menabrak sebuah tiang listrik di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan pada Kamis (16/11) malam. Mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi Setnov dikenal bukan kendaraan murahan.

Mobil berjenis Sport Vehicle Utility (SUV) ini diketahui keluaran tahun 2012. Berbagai fitur keselamatan juga sudah disematkan untuk menghindari pengendara jika terjadi kecelakaan yang memicu benturan.

Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Palubuhu, berasumsi dengan bekal sejumlah fitur keselamatan, kecil kemungkinan Fortuner Setnov melaju dalam kecepatan tinggi. Hal itu terlihat dari kondisi kendaraan pasca kecelakaan.

Jusri memprediksi kendaraan hanya melaju di kisaran kecepatan 20 km/ jam.

"Kenapa (bukan kecepatan tinggi), karena dilihat dari titik head lamp tidak pecah. Karena kalau kecepatan tinggi itu bisa pecah terkena efek benturan (terhimpit) dari bodi kendaraan," kata Jusri kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jum'at (17/11).

Ia juga menuturkan bukti lain bisa dilihat dari rekaman video yang tidak memperlihatkan airbag mengembang. Sensor airbag menurutnya tidak mungkin bekerja pada kecepatan di bawah 20 km/ jam.

"Karena kecepatan di atas 20 km (bila menabrak), maka sensor bekerja. Tapi kalau kita lihat dari samping kiri dan bagian depan dashboard tidak ada bayangan putih seperti airbag terburai," ucapnya.

Namun ia tidak menampik jika dalam kondisi tertentu kecelakaan bisa membuat penumpang di dalamnya cedera ringan. Terlebih jika penumpang dalam kondisi berada di baris kedua dan tidak mengenakan sabuk pengaman.

Menurutnya, kendaraan yang melaju pada kecepatan 20 km/ jam bisa berhenti total dan berdampak pada penumpang di dalamnya. Ia mengibaratkan efek itu serupa dengan seseorang yang terjun dari ketinggian tiga meter.

"Jadi logis saja kalau cedera, apalagi kalau tidak memakai sabuk pengaman. Bayangkan kalau muka kita kena bagian belakang head rest yang sudah ada layar (sentuh) yang terbuat dari mika dengan kecepatan itu," ucapnya menerangkan.

Penjelasan Jusril ini bertolak belakang dengan pernyataan kuasa hukum Setnov yang menyebut kliennya mengalami cedera berat usai kecelakaan semalam. Jika melihat pada luka-luka yang dialaminya, besar kemungkinan Setnov duduk di baris kedua mobil yang bernomor polisi B 1372 ZLO itu.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : cnnindonesia.com