Kasihan, Para Siswi Diminta Buka Cadar Oleh Dinas Pendidikan, Pilih Tutupi Wajah Dengan Ujung Kerudung

Suasana ruang kelas SMK Attholibiyah Bumijawa, Kabupaten Tegal, 1 November 2017. Siswi sekolah tersebut mulai melepas penutup wajah mereka setelah sekolah mencabut aturan wajib cadar. (Foto Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal)

Republikin.com ~ Beginilah ekspresi Siswi-Siswi yang diminta buka cadar oleh Dinas Pendidikan. Mereka memilih menghindari jepretan kamera, menutup wajahnya dengan tangan dan ujung kerudung karena malu, sudah biasa bercadar. Masya Allah.

Dilansir dari tempo.co, Aturan kewajiban mengenakan cadar bagi siswi di Sekolah Menengah Kejuruan Attholibiyah Bumijawa, Kabupaten Tegal, akhirnya dicabut. Para siswi sekolah yang berada di daerah Pegunungan Desa Muncanglarang itu mulai melepas penutup wajah mereka.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Akhmad Was'ari kepada Tempo menginformasikan siswi SMK tersebut memang sudah melepas cadar. Melalui pesan WhatsApp, dia juga mengirimkan foto para pelajar perempuan di sekolah tersebut yang tak mengenakan cadar saat belajar.

"Suasana belajar di SMK Attholibiyah per 31 Oktober 2017," tulis Was'ari dalam keterangan foto tersebut. Dalam gambar itu, para siswi tampak menutup wajah dengan tangan dan kain jilbab, sebagian lagi memilih menghindari jepretan kamera.

Kepala SMK Attholibiyah Kustanto Widyamoko mengatakan para siswi yang berjumlah sekitar 50 anak itu melepas cadar sejak Selasa, 31 Oktober 2017. "Jadi, kemarin, begitu kami sosialisasi ke siswi," katanya kepada Tempo, Rabu, 1 November 2017.

Kustanto mengklaim tidak ada pemaksaan kepada para siswi untuk melepas niqab. Karena itu, tidak ada yang memprotes kebijakan baru tersebut. "Meskipun masih malu-malu mereka melepas cadar," ujarnya.

Aturan kewajiban memakai cadar dicabut setelah dinas pendidikan menegur pengelola sekolah tersebut. Sebab, dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2014 tentang Seragam Peserta Didik, tidak mencantumkan cadar sebagai seragam. "Sebelumnya kami belum tahu. Setelah tahu ada aturan itu, kami tidak mungkin melanggar," ucap Kustanto.

Dia mengatakan, meskipun di sekolah siswi melepas cadar, aturan wajib memakai cadar masih berlaku di lingkungan pondok pesantren Attholibiyah. Itu sesuai dengan kesepakatan pengelola dan dinas pendidikan. "Jadi di sekolah mereka lepas cadar, tapi di pesantren tetap memakai cadar," katanya.
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : tempo.co