Ini Anak Sendiri Lho, Setnov Ngaku Tak Tahu Anaknya Jadi Bos Perusahaan Lelang e-KTP

Setnov hadiri sidang sebagai saksi. ©2017 Merdeka.com/ita

Republikin.com ~ Dilansir dari merdeka.com, Ketua DPR Setya Novanto mengaku lupa anaknya pernah menjabat sebagai komisaris di PT Murakabi Sejahtera. Hal ini diungkapnya saat menjadi saksi pada persidangan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong.

"Apakah anda tahu selain Irvanto ada keluarga lain yang menjadi pengurus Murakabi?" Tanya jaksa penuntut umum KPK kepada Setnov, Jumat (3/11).

"Tidak tahu," ujar Setnov.

"Kenal Dwina Michaella?" Tanya jaksa lagi.

"Kenal. Dia anak saya," jawab Setnov.

"Dwina pernah menjadi komisaris PT Murakabi," cecar jaksa.

Ketua DPR itu kembali mengklaim tidak tahu sepak terjang karier sang anak. Menanggapi respons Setnov, jaksa penuntut umum pun mengajukan barang bukti di hadapan majelis hakim mengenai struktural jabatan PT Murakabi Sejahtera, perusahaan peserta konsorsium lelang proyek e-KTP.

Sementara itu, pada persidangan hari ini jaksa penuntut umum KPK gencar mendalami kepemilikan saham PT Murakabi. Jaksa menduga kepemilikan saham mayoritas di perusahaan tersebut dipegang oleh Setya Novanto dan keluarganya melalui PT Mondialindo Graha Perdana.

"Anda tahu Mondialindo?" tanya jaksa.

"Iya. Saya dulu jadi komisaris di sana," ujar Setnov.

Kendati demikian, dia mengaku posisinya sudah tidak sebagai komisaris di PT Mondialindo dan tidak tahu menahu lagi pihak yang mengganti posisinya. Sebab, imbuhnya, perusahaan tersebut diakuinya telah dijual kepada Heru Taher.

Berdasarkan data yang dimiliki jaksa penuntut umum KPK, selepas Setnov baik sang istri Destriani Astriani Tagor, dan dua anaknya; Reza Herlindo, dan Dwina Michaella menjabat sebagai komisaris menggantikan Setnov. Meski pengakuan Setnov, perusahaan tersebut telah dijual kepada Heru, kepemilikan PT Mondialindo masih atas nama ketua umum Golkar saat ini.

Lokasi perusahaan tersebut diketahui bermarkas di Menara Imperium lantai 27, Kuningan, Jakarta Selatan. Belakangan, diketahui lantai tersebut saat ini didiami oleh PT Murakabi.

"Jadi itu kantor PT Murakabi?" cecar jaksa yang dijawab Setnov tidak tahu.
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : merdeka.com