Tokoh Militer: Djarot Beri Contoh Tak Baik, Tak Pantas Jadi Pejabat di Level Apapun


Republikin.com ~ Tokoh militer Letjen TNI (Purn) J. Suryo Prabowo menyoroti ketidakhadiran Djarot Saiful Hidayat pada saat prosesi serah terima jabatan gubernur dan wagub DKI Jakarta di Balaikota, Senin (16/10).

Mantan Kepala Staf Umum TNI ini mengingatkan kembali pada pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden dimana sang rival Prabowo Subianto hadir.

"Ketika Pak Jokowi dilantik menjadi Presiden RI, Pak Prabowo hadir. Mengapa ketika hari ini Anis-Sandi dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur, kok Djarot tidak hadir tetapi malah ngabur ke Labuan Bajo?" tulis Suryo dalam akun Facebook miliknya, Senin malam (16/10).

Menurut dia, keputusan Djarot memilih berlibur ketimbang menghadiri sertijab bisa diartikan bahwa politisi PDIP itu tidak legawa Anies-Sandi menjadi gubernur dan wagub penerusnya.

"Dalam kasus ini lihat bahwa mereka yang tidak legawa (tidak rela) itu memang tidak pantas untuk menjadi pejabat di level apapun, karena dia tidak taat dengan salah satu asas kepemimpinan," demikian Suryo yang memberi judul status FB-nya, 'bukan contoh baik'.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri RI Sumarsono sebelumnya menyatakan prosesi sertijab tetap sah meski tidak dihadiri Djarot sebagai mantan gubernur.

"Memang harusnya hadir, tapi tanpa kehadiran gubernur lama tidak mengurangi keabsahannya. Jadi karena dapat diwakilkan, ditunjuk Pak Sekda kebetulan untuk menyerahkan dokumen dalam serah terima jabatan ini," ujar Sumarsono.

Baca Rangkuman Berita Hari ini di sini :

Like Facebook Berita Muslim Cyber Army :

Join Channel Telegram Republikin :

Follow Twitter Berita Muslim Cyber Army :

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : facebook.com/suryo.prabowo.18