Saktinya Baju Kotak, Hari Ini 11 Tersangka Penyerang Kemendagri 'Dibebaskan'


Republikin.com ~ Dilansir dari cnnindonesia.com, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap 11 tersangka perusakan kantor Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga: Tersangka Dua Mahasiswa Pendemo Jokowi-JK Ditangguhkan Penahanannya

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, 11 tersangka tersebut telah dibebaskan pukul 21.00 WIB, Senin (30/10). Mereka tetap diwajibkan lapor kepada pihak kepolisian.

"Ya benar (dibebaskan dalam artian ditangguhkan penahanannya)," ujarnya, saat dikonfirmasi soal penangguhan penahanan itu, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (31/10).

Argo mengungkapkan, penangguhan penahanan dikabulkan dengan sejumlah syarat, yaitu tidak mengulangi perbuatan dan tidak menghilangkan barang bukti.

Penjamin dalam penangguhan penahanan itu adalah kuasa hukum 11 tersangka. "Mereka wajib lapor," ujar Argo.

Argo mengaku tidak mengetahui apakah 11 tersangka itu masih berada di Jakarta atau sudah kembali ke Papua.

Secara terpisah, kuasa hukum 11 tersangka, Suhardi Somomoeljono, melalui keterangan tertulisnya mengatakan, penangguhan penahanan tersebut disambut haru oleh kliennya. Mereka meminta maaf kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo atas insiden perusakan Kantor Kemendagri.

"Empat tersangka yang masih mahasiswa tidak bisa menahan haru, begitu juga untuk tersangka lainnya. Atas nama klien, kami meminta maaf kepada Pak Menteri Dalam Negeri yang sejak awal demokratis dan terbuka menerima anak-anak yang unjuk rasa," ujarnya.

Sebelumnya, upaya penangguhan penahanan terhadap 11 tersangka itu juga dilakukan oleh Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar. Namun para tersangka diberi sejumlah syarat. Di antaranya, tidak mengulangi perbuatannya ataupun melakukan kejahatan lainnya, dan tidak lagi melakukan tindakan anarkistis seperti pemalangan jalan dan pengrusakan fasilitas umum.

Sebelum Boy mengajukan permohonan penangguhan penahanan, Suhardi sudah lebih mengajukan permohonan tersebut Senin (16/10). Namun perlu waktu lama untuk penyidik mengkaji permohonan tersebut.

Menanggapi berita ini salah seorang netizen berkomentar sebagai berikut:

Baca Juga: Tersangka Dua Mahasiswa Pendemo Jokowi-JK Ditangguhkan Penahanannya 


ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : cnnindonesia.com