Pendemo "Pidato Pribumi" Kok Kebanyakan Kakek-Nenek? Netizen: Biar Makannya Dikit


Republikin.com ~ Kurang dari 30-an orang massa yang melakukan aksi di depan Balaikota Jakarta. Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bertanggungjawab atas pernyataan dalam pidato politik pertama yang menyinggung soal pribumi.

Mereka juga melontarkan kata-kata tidak etis dan mengancam akan merusak kantor Gubernur DKI itu jika Anies Rasyid Baswedan tidak keluar untuk menemui mereka.

“Kami akan masuk, acak-acak kantor bapak kalau bapak tidak keluar,” kata salah satu orator.

Tak hanya berniat anarkis, massa juga berkata kasar soal Anies. Massa mengatakan Anies bodoh dan tidak becus. Sampai Senin (23/10) sore, massa tidak kunjung bertambah.

“Anies bodoh ngga? Bodoh. Anies gubernur apa bukan? Bukan. Bapak jauh dengan gubernur kami yang dulu (Jokowi-Ahok-Djarot). Anies ngga akan sampai di level itu,” kata salah satu orator.

Rupanya panas terik matahari membuat peserta aksi merasa lelah, maklum mayoritas peserta aksi adalah kalangan tua.

Terlihat beberapa dari mereka mulai duduk-duduk di samping kerumunan yang lain sambil menonton kawannya beraksi.

Aksi demo unik ini memancing netizen untuk berkomentar, yang mayoritas berisi komentar lucu serta menarik untuk disimak seperti yang berhasil dirangkum republikin.com berikut:


ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : swamedium.com dan republikin.com