Nah, Alumni UGM Tolak Reklamasi & Kecam Luhut: Kami Bersama Alumni ITB & Rakyat

Luhut diapir dua Petisi dari Alumni UGM (kiri) dan Alumni ITB (kanan)

Republikin.com ~ Alumni UGM (Universitas Gadjah Mada) Jogjakarta mengkritik keras pernyataan Menko Kelautan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang ingin memaksakan kehendaknya mencabut moratorium Reklamasi Jakarta.

Hal ini disampaikan Muhammad Nurhuda salah satu Alumni UGM melalui halaman Facebooknya (21/10).

"Kami menyatakan sepakat dengan rekan-rekan kami para Alumni ITB yang sudah menyatakan untuk menolak proyek yang merusak lingkungan hidup tersebut dan hanya menguntungkan segelintir pemilik modal." Tulis NUrhuda dalam petisi di status FB nya.

Nurhuda juga menyatakan Alumni UGM bergabung dengan IA-ITB (Ikatan Alumni ITB) untuk tetap berpihak pada rakyat dengan menolak reklamasi.

"Untuk itu, kami para Alumni UGM bergandeng tangan dengan para Alumni ITB menegaskan sikap bahwa Kami Menolak Reklamasi Jakarta dan kami akan selalu bersama rakyat untuk menolak pencabutan moratorium reklamasi yang dilakukan oleh LBP. Stop reklamasi sekarang juga." lanjut Nurhuda dalam petisinya.

NUrhuda juga melampirkan ratusan nama alumni UGM yang ikut serta dalam petisi penolakan reklamasi tersebut.

Sejak berita ini ditulis , setidaknya sudah ada 100 Alumni UGM yang mencantumkan nama dan kejuruan di petisi tersebut. Nama pertama yang diduga sebagai penggagas petisi tersebut Iwan Samariansyah (GE '87).

Seperti diketahui sebelumnya, Ikatan Alumni ITB juga turut menggelar petisi penolakan Reklamasi. Sampai berita ini diturunkan petisi tersebut telah diikuti lebih dari 700 alumni ITB dan terus bertambah dengan target 1000 Alumni ITB.

Petisi yang dibuat Alumni ITB tersebut menolak menolak pernyataan Luhut yang membawa nama alumni ITB untuk ikut mendukung dicabutnya moratorium reklamasi.

Dalam petisi Alumni ITB tersebut juga mengecam Ketua IA-ITB Ridwan Djamaludin lantaran membawa nama AI-ITB dalam polemik pencabutan reklamasi teluk Jakarta.

Ridwan hanyalah bawahan Luhut, sehingga tidak layak membawa nama alumni ITB untuk memberikan masukan kepada bekas kepala staf kepresidenan itu.

Baca Juga:



ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : facebook.com/muhammad.nurhuda.54