Menyebarkan Gambar "Kondom NU" Terancam Penjara, Said Aqil: Tangkap Orangnya!

isu ini berkembang sejak 4 tahun yang lalu. salah satunya Leaflet bergambar tata cara pemasangan kondom bagi pasangan homo (gay), salah satu logonya mencantumkan gambar NU viral tahun 2016. FOTO : Retno / Radar Depok.

Republikin.com ~ Perayaan Hari Santri Nasional, kemarin ternoda iklan kondom yang mencatut logo Nahdlatul Ulama (NU). Apalagi, ini iklan kondom yang menjurus kampanye dukungan kepada Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Terang saja, NU meradang.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj geram betul. Dia menegaskan, logo PBNU dicatut dalam iklan tersebut. Artinya, ini adalah adalah hoax. Dia berharap pelakunya ditangkap. "Tangkap orangnya. Hoax itu hoax," kata Kiai Said setelah Apel Hari Santri Nasional di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

VIRAL SEJAK 4 TAHUN YANG LALU

Entah siapa yang nyebarin pertama kali poster ini. Poster iklan kondom untuk LGBT itu viral di media sosial sejak 19 Oktober 2017 lalu. Dalam poster itu, terdapat tiga orang laki-laki berdiri dengan pelangi sebagai latarnya. Di poster itu tertulis: Aku yang Jalani, Aku Bisa Jaga Diri' dan 'Saatnya Menentukan Sikap. Selalu Pakai Kondom dan Periksa Penyakit Kelamin Sekarang!'.

Di bawah poster itu, terdapat logo PBNU. Selain itu, ada pula logo Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun logo Kemenkes itu merupakan logo lama.

Setelah ditelusuri, poster ini sebenarnya sudah muncul sejak empat tahun lalu.

PENYEBAR GAMBAR TERANCAM PIDANA

Sekjen PBNU Helmi Faishal mengimbau, pihak-pihak yang membuat dan menyebarkan iklan kondom untuk LGBT dengan logo PBNU segera mencabutnya. "Kalau tidak kita akan melakukan tuntutan," ujar Helmi di Galeri Nasional Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, kemarin.

Ditegaskannya, ormas dengan lambang bumi dan sembilan bintang ini tidak pernah bekerjasama dengan pihak terkait dalam iklan tersebut. "Kami klarifikasi, tidak ada kerja sama itu. Iklan-iklan LGBT yang menggunakan logo NU mohon dicabut. PBNU menyatakan protes," imbaunya lagi.

Serupa, Katib Syuriah PBNU Asrorun Niam menegaskan, penggunaan logo NU dilakukan sepihak. Ini sangat melecehkan PBNU. Apalagi soal LGBT, Sikap NU sudah jelas menentang segala macam perilaku seks menyimpang apalagi sesama jenis yang sangat bertentangan dengan pondasi keagamaan dan kebangsaan.

"Kalau ada lembaga, baik perorangan yang menggunakan atau mencatut lambang NU dan diperuntukkan dengan hal yang bertentangan dengan prinsip keagamaan NU. Maka itu adalah hal yang melecehkan," tegasnya.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : rmol.co