Kompas "Fitnah" Pertemuan Anies & Pengembang Reklamasi, Pertanyaan Wartawan Jadi Kunci

Tanggal 23 Oktober Anies sudah Akui, Kenapa Kompas Bilang Anies Membantah? Ternyata ada yang luput dari liputan wartawan kompas

Republikin.com ~ Kompas pada Rabu (25/10) memuat liputan berita video dengan Judul, "Dulu Bantah, Sekarang Anies Akui Ketemu Pengembang Reklamasi". Entah disengaja atau tidak, pemilihan judul ini tidak pas (misleading) dan bisa menimpulkan persepsi negatif seolah-olah Anies berbohong terkait pertemuan dengan pengembang reklamasi.

Untuk itu tim republikin.com memuat pelurusan berita dari kompas tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun fitnah.

Penjelasan kronologisnya sebagai berikut:

(A) Agustus 2017 - Liputan Tempo: Tanpa Sengaja Anies Bertemu Pengembang Reklamasi

Seperti dilansir Tempo.co, Anies dan Sandiaga tanpa sengaja bertemu dengan pengembang reklamasi di rumah Prabowo pada Agustus 2017.

Saat itu Anies datang ke Hambalang untuk memenuhi undangan makan siang dari Prabowo. Dia sama sekali tidak tahu jika pada saat bersamaan, Prabowo juga kedatangan tamu bos Grup Artha Graha, Tomy Winata, dan pemilik Grup Agung Sedayu yang punya lima pulau reklamasi, Richard Halim Kusuma.

Anies yang datang belakangan kaget mengetahui Tomy Winata dan Richard Halim ada di sana. Sebab dia tidak diberitahu jika dua pengusaha itu turut diundang juga oleh Prabowo.

"Intinya, mereka (pengembang) menjelaskan proyek (reklamasi) itu telah berjalan," kata sumber Tempo yang mengetahui pertemuan ini.

Anies-Sandi lebih memilih diam dan tidak memberikan tanggapan apa pun atas penjelasan pengembang, karena memang tujuan Anies Sandi datang bukan untuk bertemu pengembang apalagi membicarakan soal reklamasi.

Dan tidak mungkin juga Anies-Sandi walkout dari pertemuan tersebut, karena sebagai Gubernur semua golongan, Anies harus menerima tamu dari semua kalangan.

“Pertemuan itu hanya untuk kulonuwun ke gubernur baru, (bukan diskusi reklamasi)." kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta dari Gerindra, Muhammad Taufik yang kala itu ikut hadir.

(B) 20 Oktober 2017 - Sandiaga: Belum Ada Rencana Bicarakan Reklamasi Dengan Pengembang

Seperti dimuat jawapos.com, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno. mengaku belum berbicara dengan pihak pengembang terkait reklamasi, lantaran seluruh kajian belum selesai.

"Kita belum bicara sama pengembang, belum ada (rencana), nanti kita kaji pelan-pelan. Pada saatnya kita akan bicara sama pengembang," ujar Sandiaga Uno saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (20/10).

Tidak ada yang salah dengan pernyataan Sandi, karena pada pertemuan yang tidak disengaja antara Anies-Sandi dengan pengembang di rumah Prabowo agustus 2017 lalu (Point A), tidak ada diskusi apapun soal Reklamasi.

Yang ada saat pertemuan tersebut pengembang Reklamasi berusaha melobi Anies-Sandi. Namun Anies Sandi lebih memilih diam dan tidak menanggapi apapun yang diucapkan pihak pengembang.

Karena Anies-Sandi menganggap pertemuan di rumah Prabowo tersebut tidak direncanakan dan tidak untuk mendiskusikan proyek Reklamasi.


(C) 23 Oktober 2017 - Anies Akui Pertemuan Tersebut Saat Wawancara Dengan Tempo

Dilansir oleh tempo.co, Ketika diminta tanggapan ihwal pertemuan dengan pengembang di bulan Agustus yang lalu, Anies buka suara. "Oh, yang majalah Tempo. Ya, baca majalah Tempo saja komentarnya," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Senin, 23 Oktober 2017. (Baca point A di atas)

(D) 24 Oktober 2017 - Judul Kompas Tidak Sesuai Dengan Pertanyaan Wartawannya

Kompas mewawancarai Anies, usai Anies menghadiri pertemuan dengan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, Selasa (24/10/2017) siang, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat.

Saat itu wartawan kompas menanyakan pada Anies: "Ada rencana mau ketemu dengan pengembang reklamasi?"

"Nggak,, nggak ada rencana" jawab Anies singkat.

Video wawancara singkat tersebut kemudian ditayangkan Kompas dengan judul yang misleading "Anies Bantah Bertemu Pengembang Reklamasi" (24/10), seolah-olah Anies membantah pertemuannya dengan pengembang di rumah Prabowo Agustus lalu (Point A).

Padahal semua penonton video kompas bisa mendengar yang ditanyakan wartawan saat itu adalah "Adakah Rencana pertemuan" dan Anies menjawab "Tidak ada RENCANA".

Maksudnya dalam waktu dekat ini belum ada rencana untuk bertemu pengembang reklamasi, sama seperti yang diucapkan Sandiaga pada 20 Oktober lalu (Baca Point B di atas).

Berikut video yang ditayangkan Kompas pada 24 Oktober tersebut, perhatikan apa yang ditanyakan wartawan, dan juga jawaban Anies, apakah sesuai dengan judul kompas tersebut:



Tambahan: Seperti yang dibahas di point C, pada tanggal 23 Oktober Anies sudah mengakui pertemuan dengan pengembang reklamasi tersebut saat diwawancara oleh wartawan Tempo. Jadi untuk apa tanggal 24 Oktober Anies membantah pertemuan tersebut, seperti yang diberitakan kompas?

(E) 25 Oktober 2017 - Kompas Framing: Dulu Bantah, Sekarang Anies Akui Ketemu Pengembang Reklamasi

Keesokan harinya (25/10) berbekal video wawancara yang misleading pada point D di atas, kompas kembali memuat berita dengan judul misleading pula, "Dulu Bantah, Sekarang Anies Akui Ketemu Pengembang Reklamasi".

Tentu berita kali ini juga sama kelirunya dengan berita tanggal 24 Oktober sebelumnya.

Sayangnya berita kompas ini dimuat ulang oleh Tribunnews.com dengan judul yang sama dan dengan berbekal informasi dari video yang sama.

Semoga dalam waktu dekat kompas melakukan klarifikasi atas pemberitaanya tersebut.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : berbagai sumber / redaksi republikin.com