Jend. Gatot Ditolak AS, Mantan Wakil Menlu: Harusnya Pemerintah Bukan Minta Klarifikasi Tapi Protes!

Ilustrasi Jendral Gatot di Bandara dan Dino Mantan Wakil Menlu bersama Mantan Presiden AS

Republikin.com ~ Insiden penolakan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, untuk berkunjung ke Amerika Serikat, menuai reaksi dari dalam negeri. Dirjen Amerika Eropa (Amerop) Kemlu, Muhammad Anshor, menyatakan penolakan itu bukan karena ada masalah di Panglima TNI, tapi pemerintah AS.

"Itu sebenarnya masalah internal Pemerintah Amerika Serikat," ucap Muhammad Anshor kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (22/10).

Anshor tak merinci masalah di pemerintah AS dimaksud. Namun dia menuturkan, gelagat penolakan terhadap Panglima TNI sebetulnya sudah diketahui pada Sabtu (21/10) pagi, saat Panglima hendak bertolak ke Amerika Serikat.

Padahal, Panglima TNI akan terbang ke Amerika atas undangan pemerintah AS. Namun tiba-tiba saat check in di Bandara Soekarno Hatta, Gatot batal terbang karena informasi tak diperkenankan masuk AS.

"Iya diundang langsung oleh Pemerintah Amerika Serikat terkait acara itu (Chiefs of Defence Conference on Country Violent Extremist Organizations)," ujarnya.

PANGLIMA SUDAH BISA KE AS & KRITIKAN MANTAN WAKIL MENLU

Saat ini, Anshor memastikan masalah itu sudah selesai, artinya Panglima TNI jika hendak ke Amerika Serikat saat ini pun sudah bisa. "Iya (kemarin) dikasih tahu waktu Panglima sedang mau check in di Cengkareng," imbuh Anshor.

Meski begitu, Menlu Retno Marsudi, langsung merespons dengan menghubungi Dubes AS di Jakarta dan mengirimkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri AS meminta klarifikasi atas insiden dimaksud. Pasalnya, hingga saat ini belum ada penjelasan mengapa Panglima TNI kemarin tidak bisa terbang.

Menanggapi berita tersebut mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Dino Patti Djalal, menyayangkan respon pemerintah yang terkesan kurang tegas.

"Mengenai masalah perjalanan Panglima TNI ke US, Pemerintah RI seharusnya BUKAN minta klarifikasi tapi menyampaikan protes kpd pihak AS" tulis Dino di akun twitternya @dinopattidjalal

Protes Mantan wakil Menlu tersebut diamini oleh para Netizen seperti yang berhasil dirangkum republikin berikut ini:



Namun ada netizen yang sepertinya lebih berpengalaman di bidang diplomatik dibanding mantan Wakil Menlu, ikut memberi masukan dan meluruskan


ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : republikin.com dan kumparan.com