Importir Ketar-ketir Jika Rupiah Rp14.000/USD, Ditambah Daya Beli Lesu


Republikin.com ~ Dilansir dari metrotvnews.com, Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) mengalami penguatan hingga penutupan perdagangan Jumat 13 Oktober 2017, berada di kisaran Rp13.496-Rp13.498 per USD. Nilai rupiah tersebut sudah turun tajam dan telah mencapai Rp13.500-an per USD.

‎Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) Erwin Taufan, belum berdampak banyak bagi importir. Karena, daya beli masyarakat yang sedang melemah tidak membuat kalangan importir terlalu banyak dalam mengambil barang.

"Sekarang yang Rp13.500 per USD ini belum terasa, ditunjang lesunya daya beli masyarakat. Bisa dilihat di lapangan, daya beli turun, tingkat konsumsi turun, dan otomatis impor barang jadi otomatis menurun juga. Tapi USD segitu belum terasa," ujar Erwin ‎di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Jumat 13 Oktober 2017.

Kalangan importir, diakui Erwin, telah mengantisipasi pelemahan rupiah ini. Maka dari itu, posisi mata uang Garuda di level saat ini tidak terlalu membuat importir khawatir.

"Walaupun untuk industri yang bahan bakunya impor berpengaruh, tapi mereka sudah bikin planning, USD berapa, selama belum masuk itu belum terasa," tegas dia.

Meski begitu, Erwin menekankan, importir sangat mengantisipasi rupiah berada di level Rp14.000 per USD. Tapi, ketika rupiah itu stabil, importir tak perlu mengkhawatirkan.

"Kalau pun Rp14.000 per USD yang penting stabil, kalau sekarang Rp13.400 per USD, lalu naik nanti Rp13.800 per USD itu cukup berbahaya. Kalau sampai level Rp14.000 itu level terlalu bahaya," sebut Erwin.

Baca Rangkuman Berita Hari ini di sini :

Like Facebook Berita Muslim Cyber Army :

Join Channel Telegram Republikin :

Follow Twitter Berita Muslim Cyber Army :

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : metrotvnews.com