Duh Malunya, Bos JNE Bantah Klaim Jokowi Soal Peningkatan Logistik 135%


Republikin.com ~ Dilansir dari detik.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak percaya bahwa daya beli masyarakat turun. Dia meyakini bahwa hanya ada peralihan pola belanja masyarakat dari offline ke online terbukti dari jasa pengiriman barang yang meningkat. Bahkan Jokowi dengan Pede pengiriman oleh jasa kurir meningkat sebesar 135% pada bulan September.

Angka ini, kata Jokowi, didapat dari pengiriman PT Pos Indonesia dan jasa pengiriman swasta seperti JNE dan Tiki.

Hal itu pun ditanggapi oleh PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) selaku salah satu perusahaan jasa pengiriman barang. Perusahaan mengakui bahwa memang terjadi peningkatan pengiriman barang.

"Iya memang pengiriman kita meningkat. Mereka yang di toko memang mengaku iya nih sepi. Tapi itu karena ada cara lain masyarakat berbelanja yakni melalui online," kata Direktur Utama JNE Muhammad Feriadi kepada detikFinance, Rabu (4/10/2017).

Feri mengatakan, imbas berkembangnya industri e-commerce di Indonesia memang membawa berkah bagi perusahaan. Terbukti dari volume penjualan yang terus meningkat.

Namun tidak seperti yang dikatakan Jokowi bahwa bahwa jasa kurir naik 135% di akhir September. JNE hanya merasakan kenaikan volume pengiriman sekitar 25-30%.

"Angkanya saya tidak bisa disclose tapi sekitar 25-30% peningkatan volume penjualan," imbuhnya.

Kendati begitu untuk rata-rata setiap tahunnya, pihaknya merasakan adanya kenaikan volume pengiriman sekitar 30-40%. Meski kompetisi di bidang pengiriman atau jasa kurir juga semakin ketat.

"Memang pengiriman menjadi pilar ketiga bagi e-commerce. Jadi sangat dibutuhkan. Tapi pemain semakin banyak, kompetisi semakin ketat," tukasnya.

Sebelumnya Jokowi mengaku tidak percaya bahwa daya beli anjlok. Sebab dia menemukan beberapa bukti seperti jasa kurir naik 135% di akhir September.

"Kita ngecek DHL, JNE, Kantor Pos, saya cek. Saya kan juga orang lapangan," kata Jokowi.

Selain itu dia juga melihat adanya kenaikan pajak pertambahan nilai (PPn) yang berasal dari barang atau jasa dalam peredaran dari produsen ke konsumen. Kenaikannya sebesar 12,14% yang diartikan bahwa masih terjadi aktivitas ekonomi.

ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : detik.com