8 Bulan Kasus Seword "Hanya Janji-janji", Kini Dirkrimsus Polda Ngaku Gak Tau


Republikin.com ~ Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengaku belum tahu jika laporan situs Seword.com sudah masuk penyelidikan. Seword dilaporkan terkait ujaran kebencian

"Memang ada yang laporin Seword?," kata Adi saat ditemui Republika pascakeluar di kafe Kopitiam Polda Metro Jaya, Senin (16/10).

Meski demikian, Adi akan mengeceknya kebenarannya jika kasus tersebut sudah masuk dalam proses penyidikan dengan memanggil beberapa saksi. "Gini ya mas . Saya baru dengar dari mas, saya minta waktu untuk menanyakan kalau memang itu sudah dilaporkan," katanya sambil bertanya siapa yang melaporkan kasus itu.

Adi mengaku kaget saat Republika.co.id menyampaikan situs Seword dilaporkan LBH Perindo 17 Februari 2017 karena mempublikasikan artikel namun belum ditentukan statusnya. "Oh lama sekali ya, nanti saya monitor. Karena saya baru masuk Juli ke Direktorar Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya," katanya.

Karena laporannya sudah lama, Adi langsung meminta sesprinya segera mengecek di subdit berapa kasus itu ditangani.

"Tolong nanti dicek ya di subdit berapa ditanganinya," pinta Adi kepada sesprinya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membantah jika laporan situs Seword.com tidak ditindak lanjuti. "Masih-masih dalam penyelidikan," kata Argo saat ditemui Republika.co.id Sabtu (14/10).

Argo mengatakan, bukti Polda tidak mengabaikan laporan dari sudah ada beberapa pihak yang diperiksa. Namun, berapa jumlah dan siapa yang diperiksa Argo enggan menyampaikannya. "Tentu penyidik masih melihat...jadi kita masih memerlukan waktu untuk meminta klarifikasi kepada saksi ahli," katanya.

Situs Seword dilaporkan oleh LBH Perindo ke Direktorar Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada 17 Februari 2017. Sudah masuk delapan bulan situs Seword dilaporkan, namun sampai saat ini belum ada titik terang terkait penanganannya.

Saat itu pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono juga sama, yaitu masih diproses dan telah dilimpahkan ke satuan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
"Sudah ditangani cyber, sekarang masih didalami kasusnya. Kalau terlapor nanti dipanggil setelah saksi pelapor dan saksi ahli diperiksa," katanya di Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Seword.com dilaporkan ke polisi karena memuat artikel yang diduga fitnah berjudul Bukti Anies Jatuh Dalam Kubangan Setan.

Baca Rangkuman Berita Hari ini di sini :

Like Facebook Berita Muslim Cyber Army :

Join Channel Telegram Republikin :

Follow Twitter Berita Muslim Cyber Army :
ADA BERITA UNIK DAN MENARIK SCROLL KE BAWAH www.REPUBLIKIN.com
Sumber Berita : republika.co.id, sindonews.com dan republikin.com